• Bromo
  • Bali
  • Kawah Ijen
  • Lombok

Kota Surabaya adalah ibukota provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota Surabaya secara geografis terletak antara 0721' Lintang Selatan dan 11236' - 11254' Bujur Timur. Dengan jumlah penduduk metropolisnya yang hampir 3 juta jiwa. Wilayah Kota Surabaya di sebelah utara dan timur berbatasan dengan Selat Madura, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Gresik dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo. Luas wilayah Kota Surabaya 274,06 Km2 yang terbagi menjadi 31 kecamatan dan 163 desa/kelurahan.Di sektor pariwisata, surabaya memiliki beberapa objek wisata :

1.Masjid Al Akbar

Masjid Nasional Al Akbar (atau biasa disebut Masjid Agung Surabaya) ialah masjid terbesar kedua di Indonesia yang berlokasi di Kota Surabaya, Jawa Timur setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Ciri yang mudah dilihat adalah kubahnya yang besar didampingi 4 kubah kecil yang berwarna biru. Serta memiliki satu menara yang tingginya 99 meter dari menara ini kita bisa menikmati pemandangan kota surabaya yang indah terutama pada malam hari.dan setiap hari minggu pagi diadakan pasar kecil yang cukup ramai oleh pengunjung.

2.Budha Empat Wajah Statue

Budha Empat Wajah Statue  berada di kawasan sekitar Pantai Ria Kenjeran dekat dengan Kelenteng Sanggar Agung surabaya. Warna dari Patung Buddha ini adalah emas,mempunyai 4 wajah dan 8 tangan, Tingginya mencapai 36 meter jika digabungkan dengan tinggi sampai ke puncak kubahnya. Patung Buddha empat wajah ini sudah diresmikan pada November 2004 yang lalu.

Empat Wajah yang dimiliki patung Budhha ini merupakan sebuah lambang dari sifat kebaikan sang Buddha itu sendiri, yaitu melambangkan murah hati, pengasih, adil, dan meditasi. Delapan tangan yang dimiliki melambangkan kekuatan dari sang Buddha dan masing-masing tangan memegang benda-benda yang berbeda pula. Tangannya ada yang memegang tasbih, ada yang pegang tongkat kebesaran, juga cakram, ada juga yang membawa cupu berisi air suci, kitab suci, kerang, dan teratai. Salah satu tangan kanannya pun juga memegang dada. Ukuran dari patungnya pun mengandung angka 9, seperti halnya panjang sisi alasnya dan tinggi dari patung Buddha. Angka 9 tersebut adalah sebuah angka tunggal yang tertinggi, sekaligus merupakan sebuah lambang kesempurnaan.Suasana disini sangat asri dan dapat menemani Anda waktu sedang melihat patung Buddha empat wajah ini dari jarak yang dekat.

3.Taman Bungkul

Nama Taman Bungkul diambil dari seorang penyebar agama Islam yang sangat berpengaruh di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Beliau bernama Ki Ageng Supo, atau dikenal dengan mbah Bungkul. Makam beliau tepat berada dibelakang kawasan taman, sehingga taman ini dikenal dengan taman Bungkul. sarananya pun bisa dibilang lengkap. Mulai dari skateboard track dan BMX track, jogging track, plaza (semacam amphi theater untuk panggung dan live performances), akses Wi-Fi (gratis dan berbayar), telepon umum, area green park dengan kolam air mancur, taman bermain anak-anak hingga pusat jajan pun tersedia disini.

4.Masjid Cheng Hoo

Masjid yang kental dengan arsitektur cina ini terletak di jalan Gading – Surabaya. Sejarah dari masjid Muhammad Cheng Ho ini berkaitan dengan sosok laksamana Cheng Ho yang melakukan perjalanan ke Asia Tenggara. Cheng Ho membawa misi berdagang, menjalin persahabatan dan menyebarkan agama Islam. Perjalanan laksamana Cheng – Ho yang beragama Islam ini terjadi pada tahun 1405 hingga tahun 1433. Selain pulau jawa Laksamana Cheng Ho juga mengunjungi Aceh dan Palembang. Karena membawa misi perdamaian di setiap kota yang di singgahinya laksamana Cheng Ho selalu di sambut hangat dan ramah oleh penduduk sekitar.

Bangunan masjid ini berukuran 11 x11 di ambil dari ukuran Ka’bah saat di bangun oleh Ibrahim.Ornamen atap masjid Cheng Ho di bentuk persegi delapan yang mirip dengan sarang laba-laba. Angka delapan adalah angka keberuntungan bagi kaum Tionghoa , sedangkan laba-laba adalah binatang yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari kejaran kaum Quraish.Warna : Merah simbol kebahagiaan, kuning Simbol perdamaian,Jumlah Anak Tangga  masjid ini berbeda- beda Sisi kiri berjumlah 5 yang melambangkan rukun Islam, sedangkan sisi kanan berjumlah 6 yang melambangkan rukun iman.Salah satu keunikan masjid ini adalah tanpa adanya pintu Hal ini melambangkan bahwa masjid Cheng Ho ini terbuka bagi siapapun tanpa memandang golongan. Di dalam area masjid Cheng Ho Surabaya ini terdapat pula Sekolah Tk, tempat kursus bahasa Mandarin, kantin, dan lapangan olehraga.

5.Ciputra Waterpark

Ciputra Waterpark Salah satu wisata air yang ada di Surabaya. Dengan luas area mencapai 5 hektar lebih, telah menjadikan wahana Ciputra Waterpark di Surabaya termasuk salah satu taman bermain terbesar yang ada di Indonesia. Lokasi wisata di Surabaya ini memang sangat cocok bagi segala usia mulai dari anak-anak hingga dewasa. Anda dapat menikmati berbagai wahana di taman air Ciputra Waterpark dengan sepuasnya.

Wahana yang terdapat di Ciputra Waterpark pertama paling banyak digemari ialah Syracuse Beach. Kolam ombak wahana ini luasnya juga mencapai kurang lebih 1.800 meter persegi dengan kedalamannya sampai 120 cm. Disini anda juga dapat merasakan sensasi ketika terombang-ambing dalam ombak yang seolah ada di tengah lautan sungguhan

Rasakan juga meluncur mulai dari ketinggian 15 meter yang jalurnya berkelok-kelok dalam wahana Roc tower. Supaya lebih memacu adrenalin, maka anda bisa menggunakan ban untuk meluncur dalam kecepatan semakin tinggi. Wahana lain yang dapat anda coba ialah dio Ciputra Waterpark. Wahana ini merupakan Sirens River berupa sungai yang ukuran panjangnya mencapai 480 meter. Anda bisa memakai ban untuk pelampung ketika menyusuri sungai buatan tersebut. Selain roc tower juga masih terdapat menara seluncur yang bernama racer slide.

Seluncuran ini ketinggianya memang lebih rendah jika dibanding dengan Roc Tower yang hanya 10 meter. Namun bagi anak-anak juga telah disediakan sebuah kolam yang kedalaman maksimumnya hanya 40 cm tepatnya di Marina Lagoon. Dalam kolam khusus anak tersebut juga disediakan juga papan seluncur mini. Sehingga bila anda membawa balita, bisa memilih kolam yang berkedalaman 20 cm atau disebut dengan Chimera Pool itu.

6.House of Sampoerna

Museum House of Sampoerna menempati bangunan tua buatan tahun 1864 yang memiliki dua buah lantai. Lantai pertama berfungsi sebagai ruang pamer dan lantai kedua berfungsi sebagai tempat penjualan souvenir. Bangunan di lantai pertama terdiri dari tiga buah ruangan. Ruangan pertama berisi replika sebuah warung sederhana bernuansa ndeso milik pendiri PT Sampoerna, yaitu Liem Seeng Tee dan istrinya, Siem Tjiang Nio. Replika warung sederhana tersebut lengkap berisi stoples makanan, keranjang buah-buahan, serta cengkeh dan tembakau sebagai cikal-bakal perusahaan rokok ini. Museum ini banyak memamerkan replika alat-alat pembuatan rokok seperti tempat penyimpanan tembakau dan alat pengolah tembakau sederhana. Di bagian kanan ruangan menampilkan properti ruang kerja, properti ruang keluarga Liem Seeng Tee selama menjalankan perusahaannya. Ada pula koleksi kebaya serta foto keluarga dari masa ke masa.

Ruangan kedua lebih banyak berisi koleksi foto-foto keluarga serta direksi PT HM Sampoerna dari masa ke masa. Di ruangan ini juga dipamerkan sebuah buku mengenai tembakau. Ada pula barang-barang seperti koleksi alat pemantik rokok dengan berbagai macam bentuk.

7.Pantai Kenjeran

Pantai Kenjeran memiliki banyak fasilitas yang cukup lengkap. Jika Anda membawa sang buah hati, maka pantai ini sangat cocok karena terdapat arena bermain anak. Keasrian taman di dekat pantai dan hamparan bebatuan nan indah akan menyambut Anda ketika tiba di pantai ini. Selain itu, Pantai Kenjeran juga menjadi surga wisata kuliner. Anda dapat mencicipi beragam kuliner khas Surabaya seperti lontong kupat, lontong balap, rujak cingur, sate kerang, ikan bakar dan sebagainya.
Jika beranjak pulang, Anda juga dapat membeli sejumlah oleh-oleh khas Pantai Kenjeran seperti cindera mata, kerupuk udang, ikan asin hingga ikan segar yang baru ditangkap.
Lokasi

Secara administratif, Pantai Kenjeran masuk dalam wilayah Kecamatan Kenjeran tepatnya di bagian timur Kota Surabaya. Dari pusat kota, pantai ini berjarak sekitar 9 Km. Dari pantai ini, jembatan Suramadu juga akan terlihat dengan jelas.

Pantai Kenjeran dibagi dalam dua bagian yakni Pantai Kenjeran baru dan Pantai Kenjeran Lama. Keduanya memiliki fungsi dan suguhan yang berbeda bagi para pengunjungnya.

Aktivitas seperti berlayar, memancing, berenang, membeli ikan atau sekedar menikmati keindahan panorama pantai dapat Anda nikmati di Pantai Kenjeran Lama. Sedangkan Pantai Kenjeran Baru, memiliki fasilitas penunjang yang lebih lengkap. Di Pantai ini Anda dapat melakukan aktivitas seperti berenang, mengunjungi taman bermain, melihat sarana ibadah umat Budha, dan beragam jenis olahraga yaitu Gokart, Balap Motor, Pacuan Kuda dan tenis.

Anda dapat menyeberang ke tengah laut untuk melihat patung Dewi Kwan In setinggi 20 M. Pada hari-hari tertentu, Pantai Kenjeran kerap menjadi tempat diadakanya acara-acara menarik seperti pertunjukan barongsay pada bulan purnama, drag race di Park-Sircuit, permainan layang-layang dan pacuan kuda.Pantai Kenjeran Surabaya memiliki fasilitas yang cukup lengkap seperti stand-stand penjualan makanan, gazebo, penginapan, hingga kios-kios cinderamata khas pantai. Berbagai cinderamata ini, umumnya terbuat dari hasil laut seperti kulit kerang dan keong laut.

8.Monumen Soedirman

Monumen Jenderal Sudirman terletak di Jalan Yos Sudarso, Surabaya. Tempat Wisata Surabaya berbentuk Monumen ini terletak di tengah-tengah sebuah taman memanjang yang membelah Jl. Yos Sudarso.

Monumen ini didedikasikan untuk semua masyarakat Jawa Timur yang di gagas oleh Letnan Jenderal M. Yasin sebagai Komandan VII Brawijaya pada saat itu. Monumen Panglima Besar Djendral Soedirman diresmikan pada 10 November 1970 oleh Presiden Soeharto dalam rangkaian peringkatan Hari Pahlawan.

Di bawah patung itu telah dipahat beberapa kata dari Panglima Jenderal Soedirman yang menunjukan semangat untuk terus berjuang, mempertahankan tanah air, tidak pernah menyerah dan selalu berjuang bagi bangsa dan negara.

Patung Jenderal Sudirman dibuat pada posisi tegak, tangan disamping, ujung celana masuk ke dalam sepatu boot, dan sebilah pedang tampak menggantung di pinggang sebelah kiri. Pakaian yang dikenakan Jenderal Sudirman tampak menyerupai seragam PETA, kesatuan dimana Sudirman memperoleh pendidikan militernya.

Sudirman lahir dari ayah Karsid Kartowirodji, seorang pegawai Pabrik Gula Kalibagor, dan ibu bernama Siyem yang merupakan keturunan Wedana Rembang. Beliau ikut pendidikan formal di Sekolah Taman Siswa, dan kemudian di HIK (sekolah guru) Muhammadiyah Surakarta, meskipun tidak sampai tamat. Kemudian beliau menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap.

Masuknya Jepang merubah jalan hidup Sudirman, dimulai ketika ia masuk menjadi bagian tentara Pembela Tanah Air (PETA) dan mendapat pendidikan kemiliteran oleh tentara Jepang di Bogor (sekarang Museum PETA), kemudian menjadi Komandan Batalyon di Kroya, Jawa Tengah, dan Panglima Divisi V/Banyumas sesudah terbentuknya TKR dengan pangkat kolonel.

9.Monumen Jalesveva Jayamahe

Monumen Jalesveva Jayamahe atau Monjaya adalah sebuah monumen yang terletak di Kota Surabaya, Jawa Timur. Monumen ini menggambarkan sosok Perwira TNI Angkatan Laut berbusana Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap dengan pedang kehormatan yang sedang menerawang ke arah laut, serasa siap menantang gelombang dan badai di lautan, begitu pula yang ingin di perlihatkan bahwa angkatan laut Indonesia siap berjaya. Patung tersebut berdiri di atas bangunan dan tingginya mencapai 30,6 meter. Monumen Jalesveva Jayamahe menggambarkan generasi penerus bangsa yang yakin dan optimis untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia.

10.Sunan Ampel & Kampung Arab

Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel merupakan salah satu alternatif yang bisa dipilih. Ketika sampai di kawasan ini, yang pertama kali terasa adalah suasana khas Timur Tengah yang begitu kental. Kawasan Ampel ini merupakan pertemuan berbagai etnis, yang didominasi oleh etnis keturunan Arab. Kawasan ini juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Terletak di bagian utara kota Surabaya, daerah ini juga dikenal dengan istilah Kampung Arab. Komunitas Arab telah menghuni kawasan ini sejak berabad-abad silam, yaitu ketika para musafir yang berasal dari Hadramaut datang ke Pulau Jawa. Kawasan inilah yang menjadi saksi awal mula perkembangan Islam di Nusantara. Ampel ini dulunya dihuni oleh banyak sekali etnis. Namun, pada masa kolonialisme Belanda, masyarakat keturunan Arab dipaksa untuk bermukim di sekeliling Masjid Sunan Ampel agar ajaran agama mereka tidak mengkontaminasi ajaran agama dari Belanda. Oleh Belanda, kawasan ini disebut Arabsche Kamp atau Kampung Arab dan untuk mengawasi daerah tersebut, ditunjuklah satu orang yang bertindak sebagai Kapten Arab. Ketika penjajahan berakhir, masyarakat keturunan Arab yang sudah terlanjur kerasan tinggal di daerah tersebut memutuskan untuk tetap mendiami daerah tersebut. Inilah alasannya kenapa budaya Timur Tengah masih terasa sangat kental di daerah ini.

Di kampung Ampel Surabaya ini pula terdapat akulturasi budaya yang sangat kuat, antara komunitas Arab sebagai komunitas terbesar, dengan komunitas lokal seperti Madura dan Jawa dan komunitas pendatang lainnya, seperti China. Budaya-budaya ini bisa berbaur dengan mudah dengan adanya bahasa sehari-hari yang mereka pahami sebagai bahasa Kampung Arab. Bahkan, menurut Ketua Komunitas Arab di Surabaya, Abdullah Batati, bahasa ini tidak hanya dipahami oleh komunitas Arab saja, tetapi juga oleh komunitas Jawa dan Madura kelahiran asli daerah tersebut.

Kawasan ini merupakan tempat berkumpulnya peradaban budaya, pusat perekonomian, dan masyarakat multikultur. Di jalan-jalan yang melingkupi kawasan Ampel, seperti Jl. Panggung dan Jl. Sasak, kita juga bisa melihat aktivitas bisnis yang masih berjalan hingga sekarang.

11.Kebun Binatang Surabaya

Kebun binatang merupakan tempat wisata yang patut menjadi pilihan keluarga terutama bagi mereka yang sudah memiliki buah hati, karena selain berekreasi, para pengunjung juga bisa mendapatkan pelajaran megenai satwa dari tempat tersebut.

Kebun binatang Surabaya ini memiliki tema Pendidikan, penelitian, konservasi dan juga hiburan. Sehingga pengunjung juga bisa mendapatkan wawasan mengenai satwa yang ada di kebun binatang ini, penelitian, karena tempat ini juga sering di jadikan sebagai tempat penelitian paling lengkap dan pernah di nobatkan menjadi kebun binatang terlengkap yang ada di Asia Tenggara. Konservasi, karena tak hanya satwa, di tempat ini juga terdapat berbagai macam tanaman ataupun tumbuhan yang memag sengaja di tanam dan di kembangkan di kebun binatang ini, dan yang terkahir rekreasi, kebun binatang ini juga menyediakan berbagai wahana rekreasi yang cukup lengkap sehingga tak hanya melihat satwa tetapi juga bisa mencoba wahana yang ada disini.

12.Tugu Pahlawan Surabaya

Tugu pahlawan berbentuk paku terbalik, yaitu diameter bawah tugu lebih besar dari diameter atas. Tugu ini memiliki tinggi 41,15 meter atau 45 yard dan diameter 3,1 meter, yang semakin ke atas, diameter semakin kecil. Selain tugu pahlawan, di area ini terdapat patung dan bangunan lain yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia, khususnya untuk mengenang pertempuran di Surabaya pada tanggal 10 Nopember 1945.

Pada salah satu sisi, terdapat patung mantan presiden Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Mohammad Hatta ketika sedang membaca proklamasi kemerdekaan diantara pilar-pilar tinggi yang menyerupai reruntuhan suatu bangunan. Pada pilar-pilar juga terdapat tulisan-tulisan pembangkit semangat kemerdekaan yang menyerupai coretan-coretan. Bentuk unik dari pilar ini menjadi tempat favorit untuk berfoto.

13.Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu sendiri terdiri dari tiga bagian yakni causeway atau jalan layang, approach bridge atau jembatan penghubung dan jembatan utama. Jalan layang berfungsi untuk menghubungkan jembatan dengan jalan darat di kedua sisinya melalui perairan dangkal. Jalan ini memiliki 36 bentang dengan panjang mencapai 1.458 meter di sisi Surabaya dan 45 bentang dengan panjang mencapai 1.818 meter di sisi Madura. Sementara jembatan penghubung terbagi menjadi dua bagian dengan panjang maasing-masing mencapai 672 meter. Dan yang terakhir jembatan utama yang terdiri dari tiga bagian, yakni dua bentang samping dengan panjang 192 meter dan satu bentang utama yang memiliki panjang 434 meter. Konstruksi jembatan ini menggunakan cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Ada ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut yang membuat pembangunan jembatan ini memakan waktu lama dan penambahan biaya.

Jembatan Nasional Suramadu tidak hanya menampilkan kemegahan konstruksinya namun juga memiliki pemandangan yang tak kalah menakjubkan. Lampu-lampu yang menghiasi jembatan ini kala malam hari menjadi pilihan sejumlah fotografer untuk mengabadikannya. Untuk melintas di jembatan ini anda akan dikenai biaya sebesar Rp 30.000 untuk roda empat dan Rp 3.000 untuk roda dua. Jika anda menggunakan roda dua, anda perlu berhati-hati karena anginnya cukup kencang. Selain itu, anda perlu berhati-hati ketika hendak berfoto di atas jembatan pasalnya ada sejumlah titik dimana anda tidak diperkenenkan berhenti. Alih-alih bisa berfoto, anda mungkin akan ditilang polusi

14.Ekowisata Mangrove

Hutan atau Ekowisata Mangrove Wonorejo berada di Jl. Raya Wonorejo No. 1, Rungkut, Surabaya. Kawasan hutan mangrove ini kerap dijadikan berbagai instansi sebagai sarana pendidikan untuk menjaga kelestarian alam dengan melakukan penanaman mangrove di kawasan hutan. Kini mangrove di area hutan seluas kuran lebih 200 hektar ini semakin rimbun dan menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi 30 spesies binatang yang dilindungi, yang salah satunya adalah kera ekor panjang. Hutan mangrove ini juga kerap dijadikan jujukan persinggahan sejumlah burung pantai.

Disepanjang perjalanan menyusuri sungai dengan aliran air yan tenang, anda akan ditemani sejumlah hewan liar dan burung-burung yang beterbangan. Sayangnya pemandangan hutan yang indah harus dicemari dengan adanya sampah yang hanyut ke sungai. Jadi jika anda ke sana tolong bawa kembali sampah dan jangan mengotori sungai ya. Karena bagaimanapun keberadaan sampah-sampah ini cukup mengganggu kehidupan mangrove dan penghuninya. Setelah perjalanan selama 15 menit, anda pun sampai di kawsan hutan mangrove. Untuk menyusuri kawasan hutan, telah disiapkan lintasan yang tebuat dari anyaman bambu.

Di ujung lintasan, anda akan menjumpai dua gazebo yang didirikan oleh kepolisian Surabaya dan salah satu perusahaan BUMN Indonesia. Anda bisa beristirahat di gazebo tersebut sembari menikmati ketenangan suasan hutan mangrove yang indah. Jika anda membawa bekal, anda bisa berpiknik di sini bersama keluarga. Waktu yang dibrerikan oleh pihak pengelola Ekowisata Mangrove Wonorejo sejak keberangkatan dari dermaga adala 1.5 jam. Jadi pastikan anda tidak tertinggal kapal kembali ke dermaga ya. Namun biasanya, pihak kapal akan memastikan tidak ada penumpangnya yang tertinggal dan segera mencari jika hal tersebut terjadi.

Selain kapal dan gazebo, Ekowisata Mangrove Wonorejo juga memiliki sejumlah fasilitas lain, seperti musholla, toilet, area penjualan batik mangrove hingga restoran. Keberadaan Ekowisata Mangrove Wonorejo bisa menjadi salah satu alternatif wisata alam di Surabaya. Nikmati suasana segar di tengah hiruk-pikuk polusi Surabaya dan rasakan pengalaman berbeda penuh petualangan.

RECOMENDED PROGRAMS